PERSEPSI PERAWAT DAN DOKTER TERHADAP PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNG
https://doi.org/10.35974/jsk.v4i1.732
Abstrak
Pendahuluan: Budaya keselamatan pasien masih menjadi permasalahan secara global. Hal ini tercermin dari masih tingginya angka insiden keselamatan pasien yang terjadi. Perawat dan dokter mempunyai andil besar dalam meningkatkan budaya keselamatan pasien di rumah sakit, sehingga penting untuk mengkaji bagaimana persepsi mereka. Tujuan: Meningkatkan budaya keselamatan perawat dan dokter. Metode: Penelitian descriptive comparative cross sectional design dilakukan kepada 185 responden dengan menggunakan instrumen Hospital Survey of Patient Safety Culture (HSOPSC) Pengukuran persepsi terhadap masing masing dimensi dilakukan untuk mengetahui dimensi mana yang masih perlu ditingkatkan. Uji statistik Mann Whitney digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan persepsi antara perawat dan dokter. Hasil: Hasilnya menunjukkan bahwa rata rata persepsi perawat adalah 69.7%. Dimensi yang perlu ditingkatkan adalah Respon Tidak Menghukum Terhadap Kesalahan (24.8%); Staffing (56%); Harapan Dan Tindakan Manajer Dalam Meningkatkan Keselamatan Pasien (65%); Persepsi Tentang Keselamatan Pasien Secara Keseluruhan (66.5%); Dukungan Manajemen Rumah Sakit Terhadap Program Keselamatan Pasien; Overan Dan Transisi; Kerjasama Tim Antar Unit (74.8%). Sementara pada profesi dokter mempunyai nilai rata rata 65.4% dimana 10 dimensi masih perlu ditingkatkan , yaitu: Respon Tidak Menghukum Terhadap Kesalahan (43.3%); Staffing (55%); Frekuensi Pelaporan Insiden (55%); Umpan Balik dan Komunikasi Tentang Kesalahan (55%), Komunikasi Terbuka (61.7%); Harapan Dan Tindakan Manajer Dalam Meningkatkan Keselamatan Pasien (62.5%); Dukungan Manajemen Rumah Sakit Terhadap Program Keselamatan Pasien (66.7%); Persepsi Tentang Keselamatan Pasien Secara Keseluruhan (68.3%); Overan dan Transisi (72.5%); Kerjasama Tim Antar Unit (73.8%). Diskusi: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi perawat dengan dokter.
Kata Kunci: Budaya keselamatan pasien, dokter, HSOPSC, perawat, persepsi
Unduhan
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Mori Peranginangin
Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya di jurnal ini menyetujui hal-hal berikut:
- Hak cipta tetap pada penulis, penulis memberikan kepada jurnal hak penerbitan pertama dan sekaligus melisensi karyanya mengikuti Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi karya dengan penghargaan terhadap hak kepenulisan dan penerbitan pertama di jurnal ini.
- Penulis bisa mengikuti kontrak tambahan lain untuk distribusi non-ekslusif bagi karyanya tersebut (contoh: mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan penghargaan terhadap penerbitan pertama di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusi atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan. (Lihat The Effect of Open Access).